Grosir Pakaian Anak

Posts Tagged ‘film anak

Seiring perkembangan jaman usaha Toko Pakaian Bayi atau Toko Pakaian Anak yang menJual Baju Baju Anak berkembang pesat. Usaha Toko Pakaian Bayi atau Toko Pakaian Anak yang menJual Busana atau Jual Baju Baju Anak tidak pernah mati, karena Pakaian Anak atau Busana Anak merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seorang Ibu yang baru melahirkan anak.

Kelahiran bayi baru tentu sangat membahagiakan. hari-hari baru dengan pengalaman-pengalaman baru bersama si kecil. Soal cuci-mencuci, Pakaian Anak bisa jadi merupakan pengalaman tak terduga bagi ibu baru. jumlahnya yang menumpuk dengan noda yang tergolong ‘kotoran berat’, cukup membuat kelimpungan menghadapi Busana Bayi tersebut.

Berikut kiat untuk membersihkan Pakaian Bayi atau Baju Bayi agar tetap sehat dan nyaman dikenakan si kecil.Menghilangkan Bau Pesing:

rendam Pakaian Bayi di air biasa minimal 15 menit
bilas dan kucek Baju Bayi dengan air bersih
rendam lagi Busana Bayi dengan deterjen, dan kucek setelah direndam
bilas dengan air mengalir atau di ember tapi bisa 2 kali atau 3 kali pindah ember
Menghilangkan bekas pup bayi (khususnya ASI):

buang kotoran dengan pancaran air deras ke wc
kucek dengan sabun untuk menghilangkan sisa kotoran rendam kurang lebih 30 menit kucek lagi dan sikat Beberapa Hal yang Patut Diperhatikan:
Lebih baik menggunakan sabun mandi batangan untuk menghilangkan noda pup.

Karena sifatnya yang alkalis mampu melarutkan noda organik seperti darah dan pup jangan gunakan pelembut/pewangi pakaian. Fungsi hati bayi belum lagi sempurna.

Hal ini konon dapat membuat bayi lebih kuning rendam dalam air yang diberi 1/4 cangkir baking soda sebagai pelembut dan penghilang bau serta noda setelah bilasan terakhir. Karena baking soda adalah senyawa yang terdapat dalam tubuh manusia, tentunya aman bagi bayi

SUMBER : ASIANGIRLSTYLE.COM

Advertisements

1ModelKontras

Baju Anak. Siapa, sih, yang tidak mau membelinya? Apalagi menjelang Lebaran atau Natal dan Tahun Baru seperti ini. Kalau Anda punya anak, minimal pasti membelikannya satu potong busana menjelang lebaran (Baju Muslim Anak) atau natal dan tahun baru. Ya, berapa pun umur anak Anda sekarang, minimal dia juga merayakan Lebaran atau Natal dan Tahun baru. Masalahnya, bagaimana kalau dana terbatas?

Bu Mira, tetangga saya, kemarin terlihat bersungut-sungut pada si kecil Adi (3) yang menolak Baju pemberiannya. “Susah, Pak, maunya cuma kaos yang ada gambar Donal Bebeknya. Dibelikan yang lain, enggak dipakai, kan, saya jadi buang uang percuma,” kisah Bu Mira masih dengan nada kesal. mau disimpan pun, percuma, karena tubuh si Adi cepat besar.

Pengalaman Bu Mira, mungkin pernah atau sering dialami ibu lainnya. Dari pengalaman itu, saya lihat, ada tiga hal yang jika diperhatikan, bisa membuat kita berhemat di waktu-waktu selanjutnya.

– Pastikan anak menyukai bajunya sehingga dia mau memakainya,

– Cari tempat yang menjual Baju anak dengan harga terjangkau, lihat Grosir Baju Anak dan dan Grosir Baju Muslim Anak.

– Beli satu ukuran lebih besar dibanding ukuran badannya saat ini.

Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu per satu.

Pastikan Anak Suka & Mau Pakai
Sebenarnya ini aturan mendasar dalam berbelanja busana. Kita sendiri juga tak mau mengenakan busana yang tak kita sukai, bukan? Kesalahan yang sering terjadi, ibu-ibu main beli saja tanpa memikirkan anaknya suka atau tidak. Padahal, sejak mulai bisa menyatakan pendapatnya, anak sudah bisa menentukan baju apa yang ingin dipakainya. Mubazir, kan, kalau beli banyak-banyak tapi selera anak cuma tertentu saja seperti si kecil Adi tadi? Jadi, sedapat mungkin ajak dan libatkan anak saat membeli baju. Lihat Baju Muslim Anak dan Grosir Baju Muslim Anak.

Harga Terjangkau
Tips kedua yang harus diperhatikan, cari toko atau tempat menjual baju dengan harga terjangkau. Jangan sampai sudah diajak ke mal, anak ngotot minta sementara dana tak cukup. Ingat, konteks kita adalah bagaimana bisa hemat berbelanja baju anak (Jual Baju Muslim). Biarkan anak memilih baju sesuai seleranya. Kalau si kecil bingung, beri alternatif pilihan. Ini juga berlaku jika pilihan anak tak sesuai dengan Anda.

Satu Ukuran Lebih Besar
Selama baju itu tidak kedodoran, membeli satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini, paling tidak bisa membuat baju dipakai sedikit lebih lama. Ingat, lho, satu ukuran saja selisihnya, jangan banyak-banyak.
Ketika ketiga hal di atas tadi saya ceritakan pada Bu Mira, ia pun manggut-manggut. “Betul, Pak Safir, semua itu sudah saya lakukan kecuali yang nomor satu tadi. Saya masih memilih Baju Anak sesuai selera saya saja, bukan selera anak.”

Nah, selamat berbelanja baju anak dan salam sayang untuk putra-putri Anda.

sumber : asiangirlstyle.com

nenen

BANDUNG, KOMPAS. com – Bayi yang mengkonsumsi air susu ibu (ASI) mendapat kandungan “Gangliosida (GA)” lebih banyak dibandingkan bayi yang mengkonsumsi susu biasa.

Hal tersebut disampaikan  dr  Yohanes Tri Nugroho  Msi Med Spa  dalam Road Show Seminar Building Your Child’s Brain Connection di Hotel Grand Aquila, Bandung.

Dikatakan, nutrisi terbaik untuk bayi adalah ASI karena  dalam ASI terdapat banyak zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, salah satunya adalah GA.

“GA dalam ASI berperan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi,” ucapnya.

Meskipun begitu, kandungan GA dalam susu biasa sama sekali tidak berbahaya. Dikatakannya hingga saat ini belum ada riset yang menunjukkan efek negatif dari GA yang terkandung dalam susu biasa.

Sementara Ratna Siswati, Asisten Nutritionist Anmum, mengatakan GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Dijelaskannya, bahwa ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.

Jadi, tak cukup hanya dengan AA dan DHA saja. GA juga diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak, ucapnya,

Saat ini ibu-ibu muda Indonesia sangat tertarik pada nutrisi untuk perkembangan otak anak. Kini, ada penemuan baru berupa nutrisi GA yang ternyata fungsinya tidak kalah penting dari AA dan DHA.

sumber : perempuan.kompas.com

lemari

Kesan pertama menentukan siapa Anda. Untuk memberikan kesan yang baik pada pandangan pertama, diperlukan perpaduan antara cara berpakaian, berbicara, dan berkelakuan yang sempurna. Untuk itu, mulailah memberi kesan baik, dengan mulai menata lemari pakaian Anda!

Mulailah dengan mengelompokkan jenis busana. Busana untuk ke kantor, hang out, atau kasual, pesta, dan busana rumah. Letakkan posisi busana yang paling sering Anda kenakan di tempat yang lebih mudah dijangkau. Misalnya, jika busana kantor akan lebih sering dipakai dibanding busana pesta, maka letakkan busana kantor di posisi yang lebih mudah dijangkau.

Jenis Busana
Kemeja (katun)
Cara menyimpan: Digantung
Bahan katun dapat dengan mudah meninggalkan bekas lipatan. Sehingga, untuk menghindari bekas lipatan yang susah dilicinkan kembali, sebaiknya kemeja digantung. Susun kemeja dari warna yang gelap sampai terang. Hal ini untuk memudahkan Anda memadu padankan dengan bawahannya.

Blus dalaman (silk, crepe, dan chifon)
Cara menyimpan: Digantung
Bahan silk, crepe, dan chifon, mempunyai serat yang halus, sangat rentan terhadap gesekan dan noda. Sehingga, sebaiknya digantung dengan gantungan berlapis kain, agar tidak tersangkut kawat dan rayap yang kadang menyerang lemari.

Celana pantalon dan rok
Cara menyimpan: Digantung
Untuk memudahkan proses padu-padan, sebaiknya celana dan rok digantung tepat di bawah kemeja. Gantunglah celana maupun rok tersebut dengan tali yang sudah dijahitkan di lingkar pinggang, agar tidak mengubah bentuk pinggul rok maupun pinggul celana tersebut.

Jaket/Blazer
Cara menyimpan: Digantung
Gantung jaket atau blazer Anda agar tidak mudah lecek dan rusak. Pada saat digantung, kancingkan blazer tersebut atau tutup ritsleting jaket, agar posisinya tetap (tidak mengubah bentuk dan tidak gampang jatuh). Sebaiknya pakai gantungan kayu yang mempunyai “pundak” yang lebar agar bentuk pundak tidak “gepeng”.

Kaus
Cara menyimpan: Dilipat
Bahan kaus sangat mudah melar. Jika digantung, nanti akan meninggalkan bekas gantungan. Sebaiknya dilipat saja.

Wol
Cara menyimpan: Dilipat
Sama seperti kaos, wol sangat gampang melar. Sebaiknya dilipat. Bahan wol juga sangat rentan terhadap kotoran dan rayap. Jadi, setelah Anda pakai, sebaiknya dicuci dahulu agar bersih sebelum disimpan. Apalagi bahan wol disimpan dalam jangka waktu lama (dipakai pada saat musim dingin saja).

Celana jins
Cara menyimpan: Dilipat
Bahan jins yang keras, sebaiknya dilipat saja.

Dress
Cara menyimpan: Digantung
Untuk menghindari bahan lecek, dan berubah bentuk, busana pesta Anda sebaiknya digantung, pada tali di dalamnya. Jika busana pesta Anda penuh dengan payet, sebaiknya bungkus dengan plastik agar debu tidak menempel.

Pakaian dalam
Cara menyimpan: Dilipat
Lipat dan taruh pakaian dalam di dalam laci pakaian.

Stocking/Kaus kaki
Cara menyimpan: Digulung
Digulung dan disimpan di dalam kotak khusus stocking/kaos kaki yang biasanya mempunyai sekat-sekat agar tidak tercampur dengan yang lain.

Tips:
1. Taruh pewangi lemari atau kamper agar udara di dalam lemari tidak lembab.
2. Jika Anda mempunyai walk-in closet, sebaiknya tidak berjendela, agar busana tidak gampang kotor.
3. Sebaiknya bilik tempat menggantung pakaian tidak terlalu rapat, agar pakaian tidak saling “tergencet”.
4. Cek lemari sebulan sekali, kalau-kalau ada rayap atau binatang kecil masuk ke dalam.

Waspadai jika mimisan disertai gejala lain seperti demam dan sakit kepala.

Simaklah penjelasan dr. Najib Advani, Sp.A (K) M.Med.Paed., dalam bentuk tanya jawab berikut.

Apakah mimisan berbahaya?
Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif, juga tidak disertai gejala lain seperti demam, orangtua tak perlu kelewat khawatir.

Mengapa dari hidung sering keluar darah atau mimisan?
Maklum saja, hidung punya banyak pembuluh darah, terutama di balik lapisan tipis cupingnya.

Mengapa mimisan paling sering terjadi pada anak?
Selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti.

Apa saja faktor pencetus mimisan pada anak?

Trauma
Seperti akibat benturan benda keras, kemasukan benda asing, atau dikorek-korek yang membuat selaput lendir dan pembuluh darah di hidung terluka dan menyebabkan perdarahan.

Penggunaan AC tidak bijak
Cara kerja AC yang menyerap uap air di udara membuat kelembapan di ruangan jauh berkurang. Ditambah, suhu yang terlalu dingin membuat udara jadi makin kering. Udara kering yang diisap anak akan membuat alat pernapasannya mengering, sehingga selaput lendirnya mudah pecah dan berdarah.

Reaksi refluks
Khusus untuk bayi, mimisan bisa terjadi karena reaksi refluks. Ini terjadi saat bayi muntah atau gumoh. Aliran balik makanan dari lambung ke mulut atau hidung dapat menyebabkan mimisan. Muntahan yang banyak mengandung zat asam itu bisa mengiritasi atau melukai hidung. Mimisan pada bayi umumnya juga sembuh sendiri dan tidak perlu penanganan khusus.

Faktor keturunan
Anak-anak tertentu lahir dengan pembuluh darah di hidung yang gampang pecah dan berdarah. Jika kelembapan udara sangat rendah seperti di negeri subtropis dan suhunya sangat dingin, maka anak-anak seperti ini umumnya tidak sehingga hidungnya terus-menerus mengeluarkan darah. Padahal, banyak anak lain yang tidak merasakan gangguan serupa.

Pernah ada kasus seorang anak Indonesia batal melanjutkan sekolahnya selama musim dingin ke negeri empat musim “hanya” karena berbakat mimisan.

Bagaimana mengatasinya?
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah menghentikan perdarahan tanpa bantuan obat dan alat. Cukup dengan duduk dengan posisi badan dan kepala agak maju ke depan. Lalu gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan dan menutup hidung. Sedangkan mulut dibuka untuk bernapas. Lakukan selama 1-2 menit. Tak berapa lama kemudian biasanya darah langsung berhenti.

Dengan memajukan kepala berarti darah tidak akan mengalir kembali ke tenggorokan. Gunanya mencegah iritasi dan batuk, tersedak, atau muntah darah. Posisi duduk juga membuat aliran darah lebih lambat, karena posisi jantung sebagai pusat pompa darah berada di bawah hidung. Berbeda jika anak dibaringkan, karena posisi jantung berada sejajar dengan hidung, sehingga darah yang mengalir pun relatif lebih cepat.

<!–
google_ad_client = “pub-3225019722911732”;
google_alternate_color = “FFFFFF”;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = “468x60_as”;
google_ad_type = “text_image”;
google_ad_channel =””;
google_color_border = “FFFFFF”;
google_color_link = “000000”;
google_color_bg = “”;
google_color_text = “005B8E”;
google_color_url = “09182A”;
google_ui_features = “rc:0”;
//–>
window.google_render_ad();

Jika cara pertama belum berhasil, cobalah kompres hidung dengan es. Bungkuslah es dengan saputangan lalu tempelkan di antara kening dan hidung. Selain es, benda lain seperti makanan atau minuman beku bisa digunakan. Es dan benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Kompres bisa dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti.

Hal yang penting dilakukan, bersikaplah tenang saat si kecil mimisan. Kepanikan orangtua dapat membuat anak ikut panik dan menangis. Akhirnya, perdarahan sulit dihentikan.

Bagaimana kalau darah belum berhenti keluar?
Jika dalam waktu 15-20 menit perdarahan tidak kunjung berhenti, ulangi gerakan menutup dan menekan hidung seperti dijelaskan tadi. Segera datangi klinik dokter atau rumah sakit terdekat jika mimisan tidak berhenti. Dokter akan membantu dengan memberikan obat tetes atau obat semprot yang mampu menghambat pecahnya pembuluh darah. Bahkan, boleh jadi bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) agar darah tidak terus-menerus keluar, kemudian hidung dibersihkan. Kalau tidak berhasil, dokter akan memberi tampon atau kapas dengan salep vaselin selama 1-2 hari. Fungsinya menekan dan mengistirahatkan perdarahan.

Setelah darah berhenti keluar, apa yang harus dilakukan?
Usahakan anak tidak mengembuskan napas lewat hidung terlalu keras. Anak juga harus dijelaskan agar tidak mengorek-ngorek hidung atau bekas luka yang mengering. Tindakan itu akan menyebabkan hidung mengalami perdarahan kembali.

Akankah kejadian mimisan reda selamanya?
Jika sudah diatasi maka gangguan mimisan pun akan berhenti. Mimisan karena demam berdarah, misalnya, tentu akan hilang setelah demam berdarahnya sembuh. Demikian juga dengan mimisan karena penyakit infeksi, setelah diobati, mimisan pun segera pergi.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidungnya sudah semakin kuat, hingga tak mudah berdarah.

Mimisan seperti apa yang perlu ditangani serius?
Meski mayoritas kasus mimisan tidak berbahaya, orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering, tiap 1-2 hari. Ini karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya. Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, thalasemia berat, atau hemofilia, bisa juga menunjukkan gejala mimisan. Ini karena kadar trombosit yang rendah bisa menyebabkan perdarahan di hidung. Anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darahnya rendah sehingga sering mengalami perdarahan. Meski kasusnya sangat jarang, anak darah tinggi dan gagal ginjal pun memiliki risiko besar mengalami mimisan. Demikian juga anak dengan riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi).

Perhatikan gejala-gejala yang mungkin menyertai. Jika disertai demam, kemungkinan penyebabnya penyakit infeksi seperti demam berdarah. Jika disertai munculnya bercak-bercak darah kemungkinan menjurus pada leukemia atau ITP. Sedangkan pada sinusitis umumnya mimisan disertai sakit kepala.

Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan.

Perdarahan yang banyak bisa membuat anak kekurangan darah (anemia). Bahkan, bukan tidak mungkin menyebabkannya pingsan. Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan vitamin dan mineral. Lain hal jika anak kehilangan darah cukup banyak. Sangat mungkin dia harus menjalani transfusi darah.

Apakah pemakaian obat-obat tertentu dapat menyebabkan mimisan?
Ya, penggunaan obat-obat tertentu pun bisa menyebabkan mimisan. Obat antipanas yang mengandung acetyl salicylic acid, misalnya, pada beberapa anak bisa menyebabkan mimisan. Segera konsultasikan pada dokter jika obat tertentu memberikan reaksi kurang baik seperti mimisan pada anak.

TIP MENCEGAH MIMISAN

  • Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.
  • Hindari anak dari paparan asap rokok. Selain dapat mengiritasi saluran pernapasan, rokok juga bisa mengeringkan saluran hidung. Ini jelas akan membuat anak mudah mengalami mimisan.
  • Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung, ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan. Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras.
  • Usahakan banyak makan sayur dan buah guna memperkuat selaput lendir hidung.
  • Jauhkan anak dari benda-benda pencetus alergi di rumah. Barang-barang berbahaya juga sebaiknya disingkirkan agar tidak sampai mencederai anak.

sumber : http://www.sulastowo.com

Curious George

Curious George

Curious George adalah prontagonis dalam serial buku anak-anak dengan judul yang sama, ditulis oleh Hans Augusto Rey dan Margret Rey.[1] Buku ini menampilkan monyet bernama George, yang dibawa dari rumahnya di Afrika oleh “The Man with The Yellow Hat” untuk tinggal dengannya di kota.

Film ini ditayangkan di ANTV setiap hari senin-jumat pukul 06.30.


My Yahoo Messenger

Yahoo


Photobucket
UNICEF

ARSIP

MULAI MENGHITUNG HARI

October 2018
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

New Product

Photobucket
Advertisements